Tips Cara Aman Saat Wisata Naik Kapal Biar Aman

Terbakarnya kapal pesiar KM Zahro merupakan tragedi di awal 2017. Berkaca dari kecelakaan tersebut, berikut tips aman buat naik kapal agar perjalanan kamu bisa makin aman. Mulai dari mencari operator kapal yang kredible sampai memperhatikan mekanisme evakuasi. Ada beberapa hal penting yang wajib traveler perhatikan saat berwisata naik kapal pesiar. Tips ini saya rangkum dari media ternama di Indonesia, jadi baca sampai habis semoga anda semakin diamankan:

  1. Pakai operator kapal yang terpercaya  Liburan naik kapal, wisatawan musti terlebih dulu cari info seputar operator yang mau dinaiki. Jangan pesan operator kapal yang tipu-tipu. Pilihlah yang mempunyai kredibilitas baik dan telah terpercaya. Bagaimana caranya? Wisatawan jelas bisa mendapatkan info di internet mengenai beberapa nama penyedia jasa transportasi kapal yang terpercaya. Minimal pilih kapal yang dioperasikan PT Pelni. Buat wisata ke Kepulauan Seribu contohnya, Pelni mempunyai KM Sabuk Nusantara 46 yang dapat mengantar traveler berwisata. Cukup keluarkan Rp 15 ribu. Aman dan terjamin. Ada pula operator-operator yang emang sudah diketahui traveler. Atau kamu bisa minta rekomendasi dari orang yang sempat naik kapal dengan aman.
  2. Beli tiket resmi jangan dari calo  Untuk perkara tiket kapal, diusahakan para wisatawan beli langsung dari kubu penjual tiket resmi. Boleh dengan datang langsung ke beberapa konter tiket kapal yang terdapat di beberapa lokasi. Jika tak mau ribet, wisatawan juga bisa beli tiket kapal online via situs resmi Pelni maupun lewat beberapa gerai mini market. Mudah serta pastinya terjamin.
  3. Jangan memaksa naik kalau kapal terlihat penuh  Sejatinya suatu kapal punya kapasitas total penumpang dan barang yang diperkenankan diantar. Masalahnya, kadang ada aja operator kapal bandel yang melupakan kuota penumpang dan barang-barang demi keuntungan besar. Akibatnya, keamanan pengunjung lah yang menjadi korbannya. Bila wisatawan melihat jumlah penumpang yang tak sebanding dengan kapal, ada bagusnya pikir-pikir dulu ya. Lebih baik menunda waktu keberangkatan, merubah jadwal maupun naik kapal lain aja. Daripada ada hal buruk terjadi di laut.
  4. Perhatikan aturan kapal dan petunjuk keselamatan  Operator kapal yang professional biasanya punya ABK terampil sampai prosedur keselamatan yang bisa dilihat tulisannya di seluruh sudut-sudut kapal. Bukan sebatas pajangan, prosedur itu pun harus diperhatikan guna keselamatan jiwa. Andai terjadi sesuatu, traveler pun musti mematuhi instruksi ABK. Pastinya sambil tetap menjalankan prosedur keamanan yang terdapat dengan tertib.
  5. Pahami jalur evakuasi  Seperti di maskapai, kapal yang baik pun punya jalur evakuasi yang sudah para petugas disiapkan bila terjadi hal yang tak diinginkan. Jadi, pertimbangkan dulu dari jalur evakuasi yang ada saat Anda sampai di kapal. Penting!
  6. Ingat baik-baik letak pelampung Sebuah kapal yang baik pun difasilitasi dengan jaket pelampung sampai dengan sekoci. Tujuannya ialah untuk jaga-jaga seandainya ada hal yang tak diinginkan semacam musibah. Tuk jaket pelampung, kerap tersebar di sejumlah titik sebagaimana bawah kursi sampai sudut kapal. Sementara tuk sekoci biasanya berada di pinggir kapal. Tuk lebih jelas soal letaknya bisa tanya ABK.
  7. Jangan panik Tips penting yang lain ialah jangan panik. Bila terjadi hal yang tak diinginkan nantinya, usahakan tuk selalu tenang dan berpikir bersih. Jika panik, malah berkesempatan membahayakan diri sendiri. Ingat-ingat seluruh prosedur keselamatan yang terpajang di dinding sudut kapal.
  8. Tinggalkan barang-barang saat evakuasi berjalan  Ketika proses evakuasi terlaksana, ada baiknya wisatawan berfokus terhadap keselamatan diri lebih dulu ketimbang menyelamatkan barang-barang. Barang yang Anda bawa jelas tak setimpal dengan nyawa yang jauh kian berharga. Atau jika Anda membawa-bawa barang penting, selamatkan aja barang yang paling penting lalu tinggalkan barang lainnya yang tak penting seperti pakaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.