Bedah Digestif Laparascopy

Atresia esofagus (AE) adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak menyambungnya esofagus sisi proksimal dengan esofagus sisi distal. AE bisa terjadi bersama dengan fistula trakeoesofagus (FTE), yakni kelainan kongenital yang mana ada persambungan abnormal diantara esofagus dan trakea.

AE adalah kelaianan kongenital yang lumayan sering dengan insidensi biasanya sekitar 1 tiap 2500 sampai tiga ribu kelahiran hidup.1 Insidensi AE di Amerika Serikat satu kasus tiap 3000 kelahiran hidup. Di dunia, insidensi beragam mulai 0,4 hingga3,6 tiap 10.000 kelahiran hidup.2 Insidensi paling tinggi ada di Finlandia yakni 1 kasus didalam 2500 kelahiran hidup.

Ahli Bedah Digestif

Masalah di atresia esofagus ialah ketidakmampuan untuk menelan, makan dengan normal, bahaya aspirasi juga sebab saliva itupun serta sekresi dari lambung. Referat ini mengupas seputar etilogi, embiologi, klinis, patofisiologi, variasi, penatalaksanaan, anomali penyerta, diagnosis, risiko pembedahan, serta prognosis dari atresia esofagus.

  • Mengerti seputar etilogi, embiologi, klinis, patofisiologi, variasi, penatalaksanaan, anomali penyerta, diagnosis, risiko pembedahan serta komplikasi, serta prognosis dari atresia esofagus
  • Bisa mencurigai, menjalankan pemeriksaan untuk mendiagnosa, serta memberikan pelaksanaan sementara untuk melakukan pencegahan komplikasi, untuk berikutnya merekomendasikan pasien dengan atresia esofagus.
  • Menyelesaikan salah satu persyaratan pendidikan kepaniteraan klinik senior di dunia Ilmu Kesehatan Anak.

Bedah Laparoskopi

 

Secara general sudah diterima jika primordial respirasi adalah evaginasi ventral dari lantai foregut postfaringeal di awal gestasi minggu ke-4 serta apeks paru primitif berada di bagian caudal evaginasi ini. Di masa pertumbuhan cepat, trakea yang berada pada ventral berpisah dari esofagus yang berada di dorsal. Bagi satu teori, trakea terpisah karena perkembangan cepat longitudinal dari primordial respirasi yang jauh dari foregut.

Teori lainnya mengatakan jika trakea pada mulanya adalah salah satu dari foregut yang tak terlalu terpisah lalu berpisah sebab tahap-tahap pembentukan apeks paru kearah kranial. Tahap-tahap ini berkaitas dengan pola temporospatial dari genSonic

Bedah Digestif

hedgehog (Shh) serta pembelahan berikutnya. Tahap-tahap pemisahan foregut

berlangsung ke arah kranial yang bakal mengakibatkan perpisahan trakeoesofageal. Lebih lanjut pemisahan epitel foregut ini ditandai dengan meningkatnya apoptosis. Belum jelas seperti apa ekspresi gen ini mengakibatkan apoptosis.3

Kebanyakan penelitian mengatakan jika defek primer disebabkan tidak membelahnya foregut karena kegagalan pertumbuhan trakea maupun kegagalan trakea untuk berpisah dari esofagus. Berdasarkan ke-2 teori ini atresia esofagus proksimal bukanlah termasuk malformasi primer tapi yang menjadi hasil pengaturan lagi foregut proksimal. Teori kegagalan pemisahan ini mengaitkan keberadaan celah trakeoesofageal di aresia esofagus dengan FTE. Teori lainnya mengatakan jika atresia esofagus proksimal adalah malformasi yang menjadi akibat dari persambungan diantara trakea dengan esofagus distal. Teori kegagalan pemisahan mengatakan jika FTE adalah persambungan foregut dorsal sementara teori atresia primer mengatakan jika fistula tumbuh dari trakea menuju esofagus. BACA LANGSUNG DARI SUMBERNYA.